Sabtu, 24 Oktober 2020

Sick Attention, !?


hai, selamat datang di blog gue, gimn kabar lo semua? baik pasti ya kan, kalo kalian lagi gak baik kalian gak bakal mampir kesini, hehehe 

 orang orang sekarang kebanyakan melakukan semua aktivitasnya  dirumah termasuk gue, dan lo juga mungkin,, ntah itu work from home atau learning from home pasti sangat berbeda dari yang sebelumny, walaupun sekarang sudah masa-masa transisi yang udah gak seketat dulu, tapi kayaknya gue dan lo juga ngerasa kalo lebih nyaman dirumah aja, jujur kalo gue karena beberapa bulan ini udah lebih terbiasa nyaman dirumah,  walaupun memang kangen keluar.

disituasi ini banyak dari kita mengisi kegiatan kita semua dirumah, ntah itu produktif atau hanya meluangkan kebosanan tapi pasti kita gak bakal rebahan terus rumah, gak mungkin betah kalo cuma rebahan hehe walapun kucing  gue begitu :v

gue juga sedih gak bisa ketemu teman,sahabat, dan keluarga yang biasa dari pagi sampe malem ketemu orang,bercengkrama, ngobrol bahkan teriak-teriak ,sekarang malah jarang bahkan udh gak bisa ketemu. karna emang protokol kesehatan yang melarang kita berkerumun disatu tempat dan wajib mengunakan masker di segala tempat umum,  dan semua itu sebenernya bisa atas dengan teknologi sekarang, sosial media dan aplikasi pesan adalah solusi terbaik di situasi ini, banyak dari kita dan gue juga yang lebih sering berinteraksi di sosial media, instagram, line, youtube whatsapp, twitter, telegram jadi makanan sehari hari gue dipandemi gini, kalo kita bener-bener kangen, kita bisa videocall, oh iya sekarang belajar dan kerja aja semua dirumah mengunakan zoom untuk ngobrol meeting dan belajar,,

setelah beberapa bulan dirumah aja, gue jadi lebih explore lebih dalam tentang pengunakan teknologi khususnya penyedia layanan pesan, seperti whatsapp,telegram,dan masanger.
gue tahu kita jadi lebih sering mengunakan sosial media untuk saling berkomunikasi,

 tapi ada satu hal yang menjadi konsen gue yang bikin  miris dan pengen gue angkat ceritanya disini, jadi ada suatu aplikasi pesan yang disana bisa membuat suatu grup atau menfes yang bisa saling memprosikan akunya tapi dengan cara menyembunyikan data kita tanpa ketahuan, jadi disana kita bisa saling bertukar akun dengan anggota grup tersebut dengan bebas, dengan tujuan mereka untuk dapet teman online dan bisa meluapkan emosi mereka dan bebas mengeluarkan jadi dirinya tanpa ketahuan identitas dirinya, banyak mereka yang gunakan indetitas artis atau publik figur untuk menutupi indetitasnya dia,,

yang menjadi konsen gue itu adalah menyembunyikan identitas dirinya dan di ganti dengan karekter yang mereka buat itu untuk mendapatkan teman, menurut gue ini adalah penyakit baru ada sekarang, mereka takut mengunakan identitasnya di dunia nyata dan lebih nyaman mengunakan karakter tersebut untuk mendapatkan teman, ini bisa merusak psikologisnya karna bisa aja mereka kecanduan mengunakan akun berkarakter tesebut dan bisa melupakan indetitas dia sendiri, 

jujur, gue udah masuk dan bermain bersama di aplikasi tersebut, dan digroup itu gue bisa bilang disana bener2 kayak bisa di bilang dunia online,, lo bayangkan, disana lo bisa , mencari pacar, mencari teman ngobrol dan yang lebih gilannya lagi disana bisa membentuk keluarga virtual sendiri, ada yang jadi anak, kakak, ibu , bapak dan itu semua diperankan dengan orang yang lagi lagi mengunakan karakter yang mereka ciptakan sendiri,, 


dan mereka itu bisa bermain seharian dan ada juga yang lebih nyaman main tanpa menyebutkan indentitas aslinya,, memang gak semua yang negatif yang ada di sana, ada beberapa orang yang cuma bermain untuk dapetin teman ngobrol aja juga yang melampiaskan permasalahan di kehidupan nyata ,, memang itu gak sepenuhnya salah, bisa mengurasi stres,, tapi permasalahannya ini bagaimana nanti kalo dia bisa nyaman dan lebih asik dengan karakter yang di gunakan tersebut,,


gue nulis ini karna kasihan aja dengan mereka setiap hari lebih fokus ke dunia virtualnya dan acuh terhadap kehidupan aslinya, memang saat pandemi kita lebih banyak diruma, tapi saran aja tetap dengan jadi diri sendiri karna jadi diri sendiri adalah kenikmatan dan di kehidupan nyata juga pasti blom mengeexplore diri sendiri ,, lebih baik jadi diri sendiri dan terus memperbaikinya agar menjadi lebih baik. 

oke gais sekian aja kali ini,, see u 

Tidak ada komentar: